Beberapa orang bercanda tentang “Pembaptis di tepi tempat tidur” yang
menghadiri “Kapel Bak Mandi” pada hari Minggu pagi. Tetapi hal itu lebih
daripada sekedar guyonan belaka. Banyak orang tidak mau berada dekat
gereja kecuali pada saat keponakannya memainkan peranan domba dalam
sandiwara Natal! Mereka berpendapat bahwa mereka bisa mendapatkan lebih
banyak hal dengan berjalan-jalan di hutan daripada dengan mengikuti
ibadat.
Dapatkan seorang Kristen selamat jika terpisah dari gereja? Beberapa umat Kristen tidak mempunyai pilihan. Mereka terperangkap di tempat tidur di rumah sakit, atau bekerja di tempat terpencil yang tidak ada gereja di sekitarnya. Dan Tuhan cukup peduli dengan keperluan mereka. Anda masih tetap dapat pergi ke surga jika anda tidak dapat pergi ke gereja.
Tetapi walaupun dimungkinkan untuk hidup sebagai seorang Kristen di pengasingan, bukan demikianlah normanya.
Ketika anda menjadi umat Kristen, anda dipanggil memasuki relasi dengan Tuhan (1 Korintus 1:9). Tetapi I Yohanes 1:3 membuatnya jelas bahwa kita memasuki hubungan yang bekerja dua arah: dengan Tuhan dan dengan umat Kristen yang lain.
Perjanjian Baru tidak pernah membagi umat Kristen menjadi anggota gereja dan anggota non-gereja. Selanjutnya, diasumsikan bahwa setiap orang berpartisipasi dalam kegiatan lokal mereka. Tidak ada contoh umat Kristen yang termasuk dalam “gereja universal” tetapi tidak pernah berhubungan dengan gereja lokalnya. Seorang ahli pernah berkata "suatu gagasan… tentang menikmati keselamatan atau menjadi umat Kristen di pengasingan adalah hal yang asing bagi para penulis Perjanjian Baru" (Alan Stibbs, God's Church, p. 92). Setiap saat seorang umat Kristen berada dalam jangkauan umat Kristen yang lainnya dalam Perjanjian Baru, mereka berkumpul. Dalam kitab Kisah Para Rasul, setiap saat rasul Paulus mendatangi suatu kota yang tidak ada umat Kristennya, dia dapat mengumpulkan orang-orang yang belum beragama dan mengorganisasi mereka menjadi kelompok kecil - suatu gereja kecil.
Kisah 20:7 mengungkapkan praktek mengenai gereja awal: "Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ." Untuk umat Kristen di setiap tempat, pertemuan yang teratur merupakan bagian dari hidup.
Adalah tidak nalar untuk mengatakan bahwa anda adalah bagian dari gereja universal yang mendunia, tetapi menolak untuk berkumpul dengan bagian dari gereja universal tersebut yang terdapat di daerah geografis anda. Sama saja halnya dengan menyatakan bahwa anda mempunyai sebuah mobil, jika sparbor kanannya ada di Phoenix, mesinnya di Tucson, dan roda-rodanya ada di Paradise Valley! Anda tidak mempunyai mobil; anda memulai suatu inventarisasi atas sampah. Tidak akan mulai berfungsi sebelum benda-benda tersebut terkumpul bersama.
Gereja harus bersama-sama untuk menjalankan banyak fungsinya.
Berikut ini adalah hal-hal yang tak dapat tergantikan dari seorang Kristen yang tidak akan terjadi jika anda hidup terisolasi dari gereja:
Pengarang: Dr. John Bechtle
Dapatkan seorang Kristen selamat jika terpisah dari gereja? Beberapa umat Kristen tidak mempunyai pilihan. Mereka terperangkap di tempat tidur di rumah sakit, atau bekerja di tempat terpencil yang tidak ada gereja di sekitarnya. Dan Tuhan cukup peduli dengan keperluan mereka. Anda masih tetap dapat pergi ke surga jika anda tidak dapat pergi ke gereja.
Tetapi walaupun dimungkinkan untuk hidup sebagai seorang Kristen di pengasingan, bukan demikianlah normanya.
Ketika anda menjadi umat Kristen, anda dipanggil memasuki relasi dengan Tuhan (1 Korintus 1:9). Tetapi I Yohanes 1:3 membuatnya jelas bahwa kita memasuki hubungan yang bekerja dua arah: dengan Tuhan dan dengan umat Kristen yang lain.
Perjanjian Baru tidak pernah membagi umat Kristen menjadi anggota gereja dan anggota non-gereja. Selanjutnya, diasumsikan bahwa setiap orang berpartisipasi dalam kegiatan lokal mereka. Tidak ada contoh umat Kristen yang termasuk dalam “gereja universal” tetapi tidak pernah berhubungan dengan gereja lokalnya. Seorang ahli pernah berkata "suatu gagasan… tentang menikmati keselamatan atau menjadi umat Kristen di pengasingan adalah hal yang asing bagi para penulis Perjanjian Baru" (Alan Stibbs, God's Church, p. 92). Setiap saat seorang umat Kristen berada dalam jangkauan umat Kristen yang lainnya dalam Perjanjian Baru, mereka berkumpul. Dalam kitab Kisah Para Rasul, setiap saat rasul Paulus mendatangi suatu kota yang tidak ada umat Kristennya, dia dapat mengumpulkan orang-orang yang belum beragama dan mengorganisasi mereka menjadi kelompok kecil - suatu gereja kecil.
Kisah 20:7 mengungkapkan praktek mengenai gereja awal: "Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ." Untuk umat Kristen di setiap tempat, pertemuan yang teratur merupakan bagian dari hidup.
Adalah tidak nalar untuk mengatakan bahwa anda adalah bagian dari gereja universal yang mendunia, tetapi menolak untuk berkumpul dengan bagian dari gereja universal tersebut yang terdapat di daerah geografis anda. Sama saja halnya dengan menyatakan bahwa anda mempunyai sebuah mobil, jika sparbor kanannya ada di Phoenix, mesinnya di Tucson, dan roda-rodanya ada di Paradise Valley! Anda tidak mempunyai mobil; anda memulai suatu inventarisasi atas sampah. Tidak akan mulai berfungsi sebelum benda-benda tersebut terkumpul bersama.
Gereja harus bersama-sama untuk menjalankan banyak fungsinya.
Berikut ini adalah hal-hal yang tak dapat tergantikan dari seorang Kristen yang tidak akan terjadi jika anda hidup terisolasi dari gereja:
-
PENGGUNAAN KARUNIA ROH - I Korintus 12 membuat jelas bahwa
Tuhan telah memberikan karunia Roh kepada setiap umat Kristen. Dan ayat 7
menyatakan bahwa karunia tersebut tidak diberikan untuk membuat anda
merasa lebih baik; karunia itu harus dipergunakan untuk kepentingan
bersama! I Petrus 4:10 memerintahkan kita untuk menggunakan karunia Roh
untuk saling membantu di antara sesama kita.
Ayat yang sama menjelaskan bahwa kita harus berkumpul dengan umat Kristen yang lain supaya mereka dapat menggunakan karunianya untuk menguatkan kita. Karunia Tuhan akan pengkotbah atau guru akan sia-sia jika tidak ada orang yang datang untuk mendengarkan mereka berbicara.
-
ROH YANG SAMA - Gereja digambarkan sebagai sebuah tubuh dalam I
Korintus 12, dan Paulus menjelaskan bahwa setiap bagian tubuh berada
untuk memenuhi kebutuhan bagian tubuh yang lain. Dalam cara yang sama,
Tuhan menginginkan setiap umat-Nya memenuhi kebutuhan umat yang lainnya,
menggunakan kekuatan kita untuk menolong kelemahan mereka. I Korintus
12:21 menyatakan hal tersebut demikian: "Jadi mata tidak dapat berkata
kepada tangan: aku tidak membutuhkan engkau." Begitu juga tidak ada
seorang Kristen pun yang dapat mengklaim dirinya dapat berdiri sendiri
sekarang.
Perjanjian Baru penuh dengan perintah “saling”. Kita harus saling menghibur (I Tesalonika 4:18), saling membangun (I Tesalonika 5:11), saling mengaku dosa (Yakobus 5:16), saling mendoakan (Yakobus 5:16), dan banyak lagi. Bagaimana kita dapat mematuhi perintah ini jika kita berada jauh dari kumpulan umat?
-
HAL YANG DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN - Tuhan merancang gereja
sebagai tempat di mana para pemimpin agama dapat mengawasi kesejahteraan
kita, seperti seorang gembala menjaga dombanya (I Petrus 5:1-4; Ibrani
13:17). Seorang umat Kristen yang hanya berhubungan dengan dirinya
sendiri dapat dengan mudah membenarkan kelakuan atau sikapnya yang penuh
dosa; hubungan yang teratur dengan umat Kristen lainnya dapat menjaga
kita tetap lurus.
Sebuah ayat berikut cukup untuk menjawab pertanyaan ini: Ibrani 10:25 memperingatkan pembacanya untuk "jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang."
Pengarang: Dr. John Bechtle
Tidak ada komentar:
Posting Komentar